Din sebut krisis dunia sesungguhnya di aspek moral

 Jakarta  (ANTARA News) – Tokoh Islam Din Syamsuddin mengatakan banyak krisis seperti krisis pangan, energi, lingkungan dan lainnya merupakan dampak krisis moral.

 “Sejatinya merupakan krisis moral, memerlukan solusi yang tepat dan kolaborasi antaragama dan bangsa,” kata mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu  dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Krisis moral diketahui membuat merajalelanya korupsi, ketidakpedulian sosial, dan ketamakan ekonomi-politik yang menyebabkan ketimpangan dan berbagai krisis lainnya.

 Din menyebut soal moral pada Pertemuan Tahunan Ke-4 Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam yang berlangsung di Makchkala, Republik Dagestan, Federasi Rusia.

Pertemuan dihadiri sekitar 40 tokoh dari 22 negara Muslim dan dari Federasi Rusia.

 Din mengatakan kolaborasi Rusia-dunia Islam perlu mengambil bentuk kerja sama nyata dalam berbagai bidang peradaban, baik ekonomi, perdagangan, pendidikan, budaya, politik dan militer.

  “Kerja sama itu sudah dimulai baik secara multilateral maupun bilateral antara Rusia dan salah satu negara Islam,” kata dia.

 Dia mengingatkan terdapat persoalan mendesak yaitu perlunya respon yang baik atas terjadinya pergeseran geopolitik dan geoekonomi dunia dari Atlantik ke Pasifik dengan munculnya kawasan Asia Timur.

 Dalam perkembangan terkini, dia mengatakan perlunya kolaborasi Rusia-Dunia Islam untuk mengantisipasi kemunculan China dengan ambisi “Belt and Road Iniative”.

 “Ambisi tersebut perlu direspon positif dan menghalanginya agar tidak menjadi kekuatan hegemoni baru di dunia,” kata dia.

Menurut dia, kolaborasi Rusia-Dunia Islam dapat menjadi alternatif terhadap penyelesaian masalah peradaban dewasa ini.

 “Hal tersebut menilik kenyataan dua pihak memiliki potensi besar baik Sumber Daya Manusia maupun Sumber Daya Alam yang jika dipadukan akan menjadi kekuatan efektif dunia,” kata dia.

 Dia mengatakan hubungan Rusia-Dunia Islam perlu berlanjut pada kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan meningkatkan investasi masing-masing.

 “Dan dalam bidang pendidikan tinggi terutama dengan saling tukar menukar mahasiswa dan dosen serta kerja sama dalam bidang pengkajian dan penelitian,” katanya. 

Baca juga: Din: Agama miliki masa depan yang baik
Baca juga: MUI minta masyarakat utamakan persaudaraan Islam dalam Pemilu 2019
 

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018