RS Polri serahkan korban teridentifikasi kepada keluarga

Jakarta, (ANTARA News) – Pihak Rumah Sakit Polri Sukanto Kramatjati Jakarta Timur menyerahkan korban teridentifikasi Jannatun Cintya Dewi (24) kepada keluarga melalui maskapai penerbangan Lion Air.

“Pada malam hari (Rabu) ini kita laksanakan penyerahan jenazah atas nama Jannatun Chintya Dewi yang tadi sore sudah teridentifikasi, kami menyerahkan jenazah kepada pihak penerbangan,” kata Kepala RS Polri Sukanto Komisaris Besar Polisi Musyafak di Jakart, Rabu.

Musyafak menuturkan pihak penerbangan Lion Air akan menyerahkan kepada keluarga korban secara simbolis beserta surat keterangan kematian untuk keperluan pemakaman dan lainnya.

Usai penyerahan, Musyafak mengatakan rencananya jenazah akan diterbangkan ke Sidoarjo Jawa Timur pada Kamis (1/11) sekitar pukul 05.00 WIB.

Sementara itu, Drektur Operasional Lion Air Wisnu berjanji pihak penerbangan akan membantu seluruh proses perjalanan jenazah hingga tiba di Sidoarjo.

Sebelumnya, tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System atau Identifikasi TKP (Inafis) Mabes Polri mengidentifikasi seorang korban pesawat Lion Air JF 610 bernama Jannatun Chintya Dewi (24).

Tim Inafis mengidentifikasi korban berdasarkan pengujian dari data post mortem primer yaitu sidik jari dan sidang rekonsiliasi.

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi (29/10), setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.20 WIB, Senin, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka. Namun, 13 menit kemudian, pesawat itu hilang kontak. Pesawat kemudian dinyatakan jatuh di perairan Karawang.

Pesawat itu mengangkut total 189 penumpang, terdiri atas 178 orang dewasa, satu anak-anak, dua bayi, dan enam awak kabin. Hingga saat ini, regu Badan Pencarian dan Penyelamat Nasional (Basarnas) masih melakukan pencarian dan evakuasi korban dan puing-puing pesawat.

Baca juga: Hasil pemeriksaan 24 kantung jenazah JT 610 diumumkan
Baca juga: Satu korban Lion Air JT 610 teridentifikasi

 

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018