Menlu: Arab Saudi akan hukum pembunuh Khashoggi, puji hubungan dengan AS

Manama (ANTARA News) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al Jubeir, Sabtu, mengatakan bahwa mereka yang berada di balik pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi akan dihukum di Kerajaan itu dan investigasi akan memakan waktu.

Jubeir mengatakan kepada peserta pertemuan puncak keamanan di Bahrain bahwa hubungan Riyadh dengan Amerika Serikat “kuat” di tengah-tengah apa yang dilukiskannya sebagai “histeria media” terkait pembunuhan Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu yang memicu kecaman global dan mengganggu hubungan Arab Saudi dengan Barat.

Menteri itu juga mengatakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump memiliki kebijakan luar negeri yang “rasional, realistis” yang semua negara di Teluk Arab dapat mendukung. Menurut dia, Arab Saudi memerangi visi Iran tentang “kegelapan” di Timur Tengah, demikian Reuters melaporkan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi memengaruhi stabilitas Timur Tengah dan Washington akan mengambil langkah-langkah tambahan terhadap mereka yang bertanggung jawab.

Pembunuhan Khashoggi, kolumnis harian Washington Post, telah menjadi krisis bagi eksporter minyak terbesar di dunia itu. Para sekutu Arab Saudi telah bereaksi keras terhadap negara yang menjadi tulang punggung blok kawasan dukungan AS terhadap peningkatan pengaruh Iran di Timur Tengah.

Tetapi Mattis juga menyatakan hubungan inti antara Washington dan Riyadh tidak akan berubah.

Baca juga: Presiden Erdogan: Pembunuhan Khashoggi sudah direncanakan

Presiden Trump telah mengatakan dia ingin memperpenjelasan terinci mengenai perkara tersebut, selain menyinggung peran Riyadh sebagai sekutu melawan Teheran dan para militan Islam serta pembeli utama senjata AS.

“Dengan kepentingan kolektif kami dalam perdamaian dan penghormatan teguh kepada hak asasi manusia, pembunuhan Jamal Khashoggi dalam fasilitas diplomatik harus membuat cemas kita semua,” kata Mattis di bahrain.

“Kegagalan suatu negara menghormati norma dan hukum internasional memengaruhi stabilitas regional ketika sangat diperlukan,” kata Mattis.

Namun dia tak menyebut nama penguasa de facto Saudi Putera Mahkota Mohammad bin Salman secara khusus.

Dalam tanggapan atas pembunuhan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pekan ini mengumumkan langkah-langkah untuk mencabut visa 21 warga Saudi atau mencantumkan nama mereka yang tak layak mempervisa AS setelah pembunuhan Khashoggi.

“Menteri Luar Negeri kami …akan mengambil langkah-langkah tambahan kalau situasi sudah jelas,” kata Mattis.

Editor: M. Irfan Ilmie

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018