Kejati siap pencahkan rekor operasi hernia

Banjarmasin (Antara) – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) siap memecahkan rekor yang tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI untuk melaksanakan operasi hernia terbanyak dalam sehari.

“Ada 43 pasien yang akan menjalani operasi hernia secara serentak di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru pada Sabtu (27/10) dan ini sudah kami daftarkan ke MURI sebagai rekor,” kata Kajati Kalsel Ade Adhyaksa di Banjarmasin, Rabu.

Ia mengatakan, rekor operasi hernia terbanyak dalam sehari di Indonesia tercatat di Lampung Tengah yaitu 30 orang penderita hernia, di mana mengalahkan rekor sebelumnya di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang hanya berjumlah 23 penderita.

Hernia adalah kondisi yang terjadi ketika sebagian atau keseluruhan dari organ atau jaringan (misalnya usus) menonjol ke daerah-daerah yang tidak biasa.

Bagian organ tersebut muncul melalui bukaan atau area lemah dalam dinding otot, sehingga muncul tonjolan atau benjolan.

Hernia juga memiliki berbagai macam jenis. Jenis yang paling umum dari hernia adalah hernia inguinal yang muncul pada selangkangan bagian dalam, hernia insisional muncul akibat sayatan, hernia femoralis muncul pada selangkangan luar, hernia umbilikalis muncul di pusar dan hernia hiatal muncul pada perut bagian atas.

Selain operasi hernia, Kejati Kalsel juga bakal menggelar operasi katarak gratis untuk warga di saat yang bersamaan. Ada sekitar 230 orang yang bakal mengikutinya dari 500 warga yang daftar.

“Karena keterbatasan tim medis, maka kami hanya bisa mengakomodir sekitar 230 orang. Nanti warga dikumpulkan di Asrama Haji Banjarbaru dan operasi dijadwalkan pada Jumat (26/10) dan Sabtu (27/10),” jelas Ade di sela acara kumpul-kumpul bersama wartawan di Aula Anjung Papadaan Kantor Kejati Kalsel.

Ia menjelaskan, bhakti sosial kesehatan oleh Kejati Kalsel itupun bakal spesial lantaran dijadwalkan turut dihadiri Jaksa Agung RI HM Prasetyo dan Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Ros Ellyana Prasetyo.

Orang nomor satu di Kejaksaan Republik Indonesia itu direncanakan melakukan kunjungan kerja ke Bumi Lambung Mangkurat bersama istri dengan mengikuti sejumlah agenda kegiatan.

Selain menghadiri bhakti kesehatan untuk operasi hernia dan katarak gratis, Jaksa Agung dan istri juga mengunjungi?Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) Adhyaksa XIV di Jalan Brigjen H Hasan Basry, Komplek Kejaksaan Banjarmasin.

“TK binaan Kejati Kalsel ini dijadikan percontohan se-Indonesia karena memiliki keunggulan dari adanya perpustakaan yang lengkap,” terang Ade.

Tak hanya itu, Kejati Kalsel juga memberikan bantuan untuk tiga TK lainnya dengan pembuatan perpustakaan serupa sesuai dengan areal lahan yang tersedia di lembaga pendidikan anak usia dini tersebut.

Kemudian di lingkungan Kantor Kejaksaan Negeri Banjarbaru di Jalan Trikora juga dibangun PAUD, sehingga diharapkan jadi sarana ibu-ibu pegawai kantoran sekitarnya bisa menitipkan sang buah hati di sana.

“Jaksa Agung nanti juga memberikan penghargaan kepada enam siswa berprestasi di Kalsel yang sudah terpilih melalui tahap penyaringan kami. Untuk sekolahnya juga diberikan bantuan berupa mikroskop,” pungkas Ade.

Di sisi lain, dalam acara kumpul-kumpul bersama wartawan, Ade mengingatkan pentingnya silaturrahmi. Karena menurut dia, Kejaksaan dan media adalah mitra kerja yang saling membutuhkan.

Kegiatan serupa pun rutin dia gelar untuk terus mempererat kebersamaan dengan rekan jurnalis yang biasa bertugas liputan di Kejati Kalsel.

Acara sengaja digelar dalam suasana santai sehingga benar-benar berbalut kegembiraan penuh canda tawa dengan makan dan bernyanyi bersama. (G007).

Baca juga: Badilum MA raih penghargaan MURI untuk operasi hernia

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018