Presiden titip pesan masyarakat agar hati-hati “sekolahkan” sertifikat

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo menitipkan pesan kepada masyarakat penerima sertifikat hak atas tanah untuk berhati-hati saat “menyekolahkan” atau mengagunkan sertifikat untuk dana pinjaman.

“Tapi hati-hati kalau mau pinjam uang ke bank, tolong dihitung, tolong dikalkulasi bisa mengangsur ga setiap bulan,” kata Jokowi saat sambutan acara penyerahan puluhan ribu sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di Marunda, Cilincing, Jakarta pada Rabu.

Presiden mengingatkan agar dana yang didapat dari pinjaman itu digunakan bagi hal-hal yang produktif.

Kepala Negara meminta masyarakat untuk tidak membeli kendaraan bagi keinginan konsumtif dari dana pinjaman pokok.

“Jadi kalau pinjam ke bank dapat Rp300 juta, gunakan seluruhnya untuk modal usaha, gunakan seluruhnya untuk modal investasi, gunakan seluruhnya untuk modal kerja,” ucap Presiden saat mengajak masyarakat berhati-hati dalam mengagunkan sertifikat.

Baca juga: Presiden serahkan puluhan ribu sertifikat tanah di Marunda

Dia menjelaskan masyarakat dapat membeli kendaraan yang diinginkan dari hasil keuntungan usaha mereka.

Pemerintah menargetkan untuk menyelesaikan seluruh pembagian sertifikat hak atas tanah di DKI Jakarta pada 2019.

Kementerian ATR menargetkan sebanyak 332 ribu sertifikat tanah dibagikan di DKI Jakarta pada 2018.

Sementara itu, sebanyak 70 ribu lahan tanah yang belum tersertifikat akan diselesaikan pada 2019.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.