Sri Mulyani ajak pengusaha dukung penguatan ekonomi Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengajak para pelaku usaha memperkuat ekonomi Indonesia dengan mendukung kepentingan pemerintah untuk mewujudkan neraca pembayaran menjadi lebih sehat.

“Kalau ada komunikasi yang erat antara pemerintah dan pengusaha, saya yakin Indonesia bisa mengatasi situasi yang sekarang berubah begitu cepat,” kata Sri Mulyani dalam seminar nasional yang diselenggarakan Apindo dan Kadin Indonesia di Jakarta, Jumat.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menjelaskan bahwa pemerintah dalam situasi tekanan eksternal saat ini berusaha untuk menumbuhkan ekspor lebih cepat dibandingkan impor.

“Kami ingin mengundang pengusaha untuk turut memperkuat ekonomi Indonesia dengan meningkatkan ekspor, mensubtitusi impor dan memperbaiki iklim usaha supaya capital inflow tetap bisa terjaga,” ujar Sri Mulyani.

Selain itu, Menkeu juga menjelaskan bahwa Indonesia masih dikenal memiliki fondasi ekonomi yang positif oleh negara lain.

Menurut dia, dunia internasional yakin dengan narasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, inflasi yang dijaga rendah, defisit APBN kecil, serta adanya komitmen melakukan reformasi.

“Oleh karena itu, supaya tidak bertepuk sebelah tangan, saya juga meminta para pengusaha menyampaikan optimisme yang lebih baik,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan gejolak ekonomi dunia memang telah menciptakan suasana kurang nyaman dalam berusaha.

Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya pelemahan rupiah, tren proteksi negara yang menjadi tujuan ekspor, dan peningkatan biaya dalam negeri.

Terkait pelemahan rupiah, Hariyadi mengajak para pelaku usaha yang berusaha di Indonesia untuk berkomitmen turut menjaga rupiah.

“Pengusaha yang menjalankan usaha di indonesia harus juga menjaga rupiah. Ini juga butuh dukungan pemerintah untuk menciptakan suasana kondusif dan kebijakan yang meningkatkan efisiensi ekonomi,” ujar dia.

Menurut data Bank Indonesia, defisit transaksi berjalan telah mencapai 13,7 miliar dolar AS selama semester I-2018. Angka tersebut diperkirakan mampu mencapai 25 miliar dolar AS hingga akhir tahun.

Pertumbuhan impor mencapai 24,5 persen hingga Juli 2018 (year-to-date/ytd), atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekspor yang sebesar 11,4 persen pada periode yang sama, menjadi salah satu penyebab defisit transaksi berjalan.

Defisit transaksi berjalan dalam dua tahun terakhir mencapai sekitar 17 miliar dolar AS pada 2016 dan 17,3 miliar dolar AS (2017). Defisit tersebut diimbangi oleh neraca transaksi modal dan finansial yang berada pada kisaran 29 miliar dolar AS pada 2016 dan 2017.

Baca juga: Eksportir diminta manfaatkan fasilitas fiskal

Baca juga: KSSK pantau dampak politik ke sistem keuangan

Pewarta: Calvin Basuki
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

POKERCEBAN : Agen Judi POKER Online Indonesia Terbaik 2018 dan terpercaya yang menggunakan uang asli sebagai taruhan dalam permainan judi live poker online terbaru.